Aku Bukan Malaikat
Katamu aku kurang peduli ,, aku cuek dengan orang-orang disekitar ,, tak mao tau apa yang terjadi .. awal memang aku menepis semua itu ,, karena kupikir aku masih peduli walau tak terlihat ..
semalaman kurenungi hal itu .. apa iya aku memang sudah tidak peduli (?)
dan kini kuakui .. iya ,, tingkat kepedulianku menurun drastis ,, untuk saat ini dan terhadap kalian .. maaf ,, itu yang aku bisa sampaikan ..
tapi pernah kah terpikir sesekali ,, apa “kalian” yang kumaksud itu peduli denganku ? kalo iya jawabnya ,, dimana kalian saatku terpuruk
dimana kalian saatku butuh semangat bukan perendahan
dimana kalian saatku butuh tawa bukan ditertawakan
dan dimana kalian saatku butuh kasih sayang bukan rasa kasihan
kalian tak ada (!)
padahal dimataku kalian adalah keluarga keduaku ,, dan aku pernah sangat peduli dengan kalian sampai-sampai tak apa jika waktu dan hatiku habis untuk kalian .. tapi apa yang kalian beri (?)
kalian perlakukanku sesuka hati kalian ,, aku hanyalah pelengkap kebutuhan kalian ,, yang jika kalian butuh baru terlintas aku diingatan kalian ,, jika boleh jujur aku ibarat tempat sampah ,, sisa-sisa waktu cerita dan duka kalian untukku ,, tapi isi dari waktu dan perjalanannya hanya kalian yang menikmati .. disatu sisi ,, aku senang ,, karena hadirku masi berarti walau sesekali ,, tapi terlupa oleh kalian bahwa akupun punya hati aku punya kebutuhan ,, yang terkadang kupikir kalian yang bisa menjaga dan melengkapinya .. tapi apa (?) kalian mao taupun tidak ,, karena kalian terlalu sibuk dengan kebutuhan kalian .. dan saat itu
aku penuhi sendiri kebutuhanku ,, aku jaga sendiri hatiku ,, bahkan aku tertatih sendiri mengobati luka-lukaku ,, aku lewati sendiri masa-masa sepiku ,, dan aku berjuang sendiri untuk tetap mempertahankan kalian dihatiku .. sekali ,, dua kali ,, tiga kali pengabaian dan pelukaan itu tidak terlalu berdampak ,, tapi kalo keseringan aku bisa apa (?) dan jika kini pertahananku mulai hancur
bukan sepenuhnya salahku kan ,, kalian juga yang tak ikut menjaganya ,, bahkan kalian yang terlalu sering mengikis pertahanannya ,, hingga aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkannya ,, karena ku sudah terlalu lelah ..

dan kini yang kutau diriku yang lebih membutuhkan kepedulian itu ,, diriku yang lebih membutuhkan semangat itu ,, dan diriku yang lebih membutuhkan canda tawa itu sebagai pelepas penat .. dan yang kutau juga selama ini diriku pula yang berusaha melakukan itu ..
maaf ,, tapi ini yang kurasa ,, aku bukanlah malaikat ,, aku hanyalah manusia yang sama seperti kalian .. -_-
cc tapi makasi lho buat teguranmu yang manis itu ,, aku akan berusaha lagi memoles hatiku agar setajam dulu ,, tapi semua itu butuh waktu yya .. ^-^
Komentar
Posting Komentar