Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Naif

Aku masih terlalu naif menilaimu masih menganggap aku berarti dimatamu entah sebagai apapun itu sibuk meyakinkan hati bahwa kita masih seakrab dan sehangat dulu menelan mentah-mentah apa yang pernah kamu janjikan padahal semua yang kamu lakukan hanya sebatas formalitas atau bahkan pengganti karena tak ada sesuatu yang mengasyikkan kejadian kemarin itu benar-benar jadi tamparan hebat buatku saat dengan mudahnya penghargaan hatiku diperlakukan begitu rendah bukan oleh orang lain ,, melainkan orang terdekatku orang yang sempat berbagi dunia denganku Andai kamu tahu ,, aku begitu percaya dengan semua yang ada padamu sikap yang tak sedingin dulu memperlakukanku ,, sikap yang amat ramah dan manis .. tapi ternyata semua itu sesuai syarat dan ketentuan yang kamu mau .. yasudah ,, mungkin porsiku dihidupmu hanya sebatas pelengkap syarat dan ketentuanmu .. -__- *entah kenapa tibatiba ingat kejadian itu

Unforgettable

merelakan sepertinya memiliki korelasi erat dengan melupakan. setiap kita teringat, kita akan rindu. begitu rindu, maka akan timbul sesal. saat kita menyesal, itu artinya kita belum bisa merelakan. hanya jika kita mampu tersenyum pada memori itu tanpa rasa sesal, kita telah merelakan seutuhnya.