Naif



Aku masih terlalu naif menilaimu
masih menganggap aku berarti dimatamu
entah sebagai apapun itu
sibuk meyakinkan hati bahwa kita masih seakrab dan sehangat dulu
menelan mentah-mentah apa yang pernah kamu janjikan
padahal semua yang kamu lakukan hanya sebatas formalitas
atau bahkan pengganti karena tak ada sesuatu yang mengasyikkan

kejadian kemarin itu benar-benar jadi tamparan hebat buatku
saat dengan mudahnya penghargaan hatiku diperlakukan begitu rendah
bukan oleh orang lain ,, melainkan orang terdekatku
orang yang sempat berbagi dunia denganku

Andai kamu tahu ,, aku begitu percaya dengan semua yang ada padamu
sikap yang tak sedingin dulu memperlakukanku ,, sikap yang amat ramah dan manis ..
tapi ternyata semua itu sesuai syarat dan ketentuan yang kamu mau ..
yasudah ,, mungkin porsiku dihidupmu hanya sebatas pelengkap syarat dan ketentuanmu .. -__-


*entah kenapa tibatiba ingat kejadian itu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIDANG SKRIPSI