SELAMAT ULANG TAHUN AYAH



sepagi ini aku ingin mengenangmu, mengenang perjuangan pahlawan dalam hidupku yang tak pernah lelah membagi kasih dan sayangnya, walau seringkali mereka yang disayang tidak memahami itu. Entah begitu sulit untukku merelakan bahwa kau sudah tiada, kehilangmu seperti kehilangan sandaran yang seringkali tak kusadari .. 

Aku masih belum lupa ketika kukecil engkau yang selalu menggendongku kemana-mana karena tubuhmu masih gagah, engkau mengantarku kesekolah tiap pagi dengan sepeda kayuhmu, engkau mengambilkan raportku tiap semesternya, engkau yang begitu gigih memintaku mempertahankan jilbabku saat pengetahuanku akan jilbab masih sebatas pelengkap busana, aku juga masih belum lupa bagaimana kerasnya engkau memperjuangkan pendidikanku yang hampir putus. Sejak saat itu aku bertekad akan membuatmu bangga telah memperjuangkan hidupku ..

dimatamu aku masih seperti gadis kecil yang belum bisa dilepas sendirian, saatku masih SMP datang ke ulang tahun teman saja masih ditungguin walau gaa dirumah temen nungguinnya, ketikaku lulus SMA mencari kampuspun engkau yang mendampingi dan saat di angkot kau membelikanku beberapa buku tentang pentingnya menjaga kehormatan muslimah, aku juga masih belum lupa ketika dengan setianya engkau menemaniku selama pengobatan berbulan-bulan padahal saat itu aku sudah jadi mahasiswa ..

waktu terus berjalan, tak bisa dipungkiri tubuhmu yang dulu gagah mulai payah sering sakit-sakitan padahal saat itu perjuanganku sebagai mahasiswa belum selesai masih beberapa tahap lagi, hingga kumohon dengan sangat ijinkan aku Tuhan mendesain senyum bangganya ketika mendengar namaku dipanggil diruangan itu dan melihatku berjalan sebagai sarjana seperti impiannya. sampai ketika saat itu tiba, saat wisudaku walau tubuhmu mulai payah tapi engkau yang paling gagah mendampingiku dengan memakai jas hitammu duduk disamping ibu menunggu giliran namaku dipanggil untuk jalan kepodium. saat namaku menggema di ruangan itu dan berjalan menuju podium dalam hatiku berbisik terimakasih Tuhan telah Engkau kabulkan pintaku, membuat ayahku bertahan sampai pada prosesi seberharga ini .. 





andai aku tahu bahwa ternyata moment ini adalah moment terakhir kau mampu berdiri mendampingiku dengan gagah walau saat itu sebenarnya kau sudah sakit-sakitan, aku ingin seharian menggunakan toga itu sambil memelukmu ayah .. -,-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIDANG SKRIPSI