Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Kepulangan

Gambar
Tak pernah terbayangkan kalau perjalanan ini masih semanis 9 tahun lalu. Percakapan kitapun masih sehangat saat itu. Hiruk pikuk dunia masing-masing tak lantas membuat kita jadi acuh satu sama lain, nyata kini kita masih mampu merangkul tanpa canggung, masih mampu tertawa lepas tanpa sungkan. Ukhuwah itu tidak hilang ditelan zaman. Tanpa genggam tiap saatpun masih bisa merasakan bahwa kita lebih dari sekadar kawan. 9 tahun lalu kita lepas putih biru untuk menapaki tangga baru menggapai cita. Merelakan kawan lama dengan segudang cerita untuk bertemu orang baru dengan harap kisah yang lebih seru. semesta memang seringkali melucu. Jauh kita dibuatnya mencari suasana baru dalam hidup nyatanya kita kembali pada mereka yang menerima kita saat masih lugu. Kepada mereka yang mampu menerima diri utuh dengan segala peluh. Aku selalu percaya bahwa rindu tak pernah keliru. Ia selalu tahu dimana rumahnya.  Kepulangan itu nyata beser...

Jumat Bersama Kalian

Gambar
ceritanya hari ini abis nonton "SABTU BERSAMA BAPAK" bareng aciing dan putraa. selesai nonton kita cari makan didepan pasar grogol. gak lama setelah makan pas kita siap" mau pulang ketemulah kita dengan kawan lama Riskiyadika yang kebetulan memarkir motornya ditempat kita makan. alhasil ngobrol panjanglah kita disana. habis puas temu kangen ngobrol ngalor ngidul kita lanjut main ke rumah aciing nemenin beberes yang ditinggal sendirian ke Bandung tanpa riskiyadika karena dia harus buru-buru pulang ditunggu anak istri dirumah :D Berawal dari pertanyaan sederhana "apa beda insting dengan feeling?" malam itu kita jadi ngobrol banyak hal. jadi belajar banyak hal (1) belajar mengalah pasrah pada takdir. karena kunci hidup sejatinya memang hanya sabar dan sholat, selebihnya biar DIA yang menyelesaikan. (2) belajar mendengar suara hati. karena sejatinya suara hati selalu baik hanya saja kita yang seringkali mengabaikan dan enggan memilih yang baik. malam ini aku...

Lelaki Penyayang

teruntuk lelaki penyayang yang selalu Tuhan sayang bagaimana kabarmu sekarang ? dihari kemenangan ini. ijinkan aku mengatup kedua tanganku untuk meminta maafmu atas semua sikapku dulu yang kurang menyenangkan dan masih kekanak-kanakan .... tuaaan, aku merindukanmu rindu berbincang hangat denganmu  rindu tertawa lepas berduia dan rindu tatapanmu.  tapiiii, tenanglah tuan. aku sudah beranjak dewasa sekarang. aku tahu rindu ini urusan hatiku takkan kuganggu lagi dirimu seperti dulu .... Jakarta, Lebaran 1437H