Kepulangan





















Tak pernah terbayangkan kalau perjalanan ini masih semanis 9 tahun lalu. Percakapan kitapun masih sehangat saat itu. Hiruk pikuk dunia masing-masing tak lantas membuat kita jadi acuh satu sama lain, nyata kini kita masih mampu merangkul tanpa canggung, masih mampu tertawa lepas tanpa sungkan. Ukhuwah itu tidak hilang ditelan zaman. Tanpa genggam tiap saatpun masih bisa merasakan bahwa kita lebih dari sekadar kawan.

9 tahun lalu kita lepas putih biru untuk menapaki tangga baru menggapai cita. Merelakan kawan lama dengan segudang cerita untuk bertemu orang baru dengan harap kisah yang lebih seru. semesta memang seringkali melucu. Jauh kita dibuatnya mencari suasana baru dalam hidup nyatanya kita kembali pada mereka yang menerima kita saat masih lugu. Kepada mereka yang mampu menerima diri utuh dengan segala peluh. Aku selalu percaya bahwa rindu tak pernah keliru. Ia selalu tahu dimana rumahnya.  Kepulangan itu nyata beserta kepingan-kepingan asanya.
Tak ada persahabatan yang sempurna yang ada hanyalah orang-orang yang berusaha untuk mempertahankannya. Tak mudah mengumpulkan 48 keping untuk kembali menjadi satu puzzle yang utuh tapi percayalah rangkulan kasih sayang akan mampu merekatkan hati hati lainnya untuk merindukan kebersamaan  seperti dulu. Ketulusan itu berkilau walau lamban …….


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIDANG SKRIPSI